China Membangun Proyek Infrastruktur US$ 549,39 Miliar

SHANGHAI. Perekonomian China kembali menggeliat. Pemerintahan negeri Tiongkok itu bakal membangun banyak proyek infrastruktur transportasi. Seperti dikutip Reuters kemarin, seorang pejabat senior di Badan Perencanaan Negara China mengungkapkan bakal membiayai 152 proyek infrastruktur. Tidak tanggungtanggung, pemerintah akan menggelontorkan dana sekitar CNY 3,75 triliun atau setara US$ 549,39 miliar. Duit ini sudah digelontorkan sejak tahun 2012. Proyek ini akan banyak berjalan di China bagian barat. Negeri Tembok Raksasa ini memang telah banyak berinvestasi pada infrastruktur transportasi.

Hal ini upaya meningkatkan pembangunan, mengurangi kemiskinan dan lebih baik mengintegrasikan daerah barat yang terpencil. Proyek transportasi ini juga akan mendukung perekonomian nasional. “Proyek-proyek besar selalu menjadi langkah yang kuat untuk mempromosikan pembangunan di barat,” kata Xiao Weiming, Kepala Kantor Pengembangan Barat Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional. Ia menjelaskan, ada 52 proyek besar yang akan rampung pada tahun 2023. Proyek-proyek itu termasuk 12 bandara baru dengan total biaya CNY 162,4 miliar. “Serta jalan dan rel kereta api, fasilitas pengalihan air dan pembangkit listrik tenaga air,” kata Xiao. Jika nanti semua proyek ini rampung, pada tahun 2023 mendatang, wilayah barat China akan memiliki tambahan 8.751 kilometer jalan raya, 3.219 kilometer rel kereta cepat dan 187 gigawatt (GW) kapasitas generator baru.

Wilayah barat China yang sangat luas termasuk daerah Tibet in memang sensitif secara politis. Termasuk wilayah Xinjiang dan Mongolia Dalam, ditambah daerah tenaga air dan pertanian seperti Sichuan dan Yunnan di barat daya. Jika dihitung, daerah wilayah barat menyumbang 20% dari total produk domestik bruto Xiao mengatakan pertumbuhan ekonomi di wilayah barat memang melambat pada semester pertama tahun ini,. Penyebabnya karena terjadi penurunan investasi aset tetap. Dia mengatakan, daerahdaerah akan berjuang untuk menemukan titik masuk baru ke dalam sektor manufaktur China yang sangat kompetitif. Dan juga juga menghadapi kendala yang meningkat pada lahan dan modal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *