Kabar Sesat Di Atmosfer Kita

ANNUS horribilis. Ini tahun yang mengerikan dalam hal pe nyebaran kabar sesat. Pemerin tah perlu sungguh-sungguh me nanggapi hal itu karena daya rusak kabar palsu ini semakin merisaukan. Prasangka, hasutan, kebencian, ketidakpercayaan, meluas masuk ke ruang-ruang privat. Informasi sesat berseliweran di berbagai media sosial.

Efek nyata hasutan hoax setidaknya tampak pada dua kasus di negeri ini. Pertama, pembakaran vihara dan kelenteng di Tanjung Balai, Sumatera Utara, Juli tahun lalu. Masyarakat dengan cepat berkumpul dalam marah akibat hasutan melalui media sosial. Peristiwa kedua terjadi di Depok, Jawa Barat, pertengahan Desember tahun lalu. Dua orang tewas dan satu orang kritis gara-gara tawuran yang disulut kabar bohong. Banjir info sesat sebetulnya tidak baru.

Pada masa kampanye pemilihan presiden 2014, Joko Widodo dikabarkan keturunan kader Partai Komunis Indonesia. Setelah ia terpilih pun, arus berita bohong semakin menggila. Dari isu Obama meninggalkan Jokowi yang sedang berpidato di sebuah forum internasional, pencopotan Panglima TNI, ajakan menarik uang di ATM, hingga dramatisasi kedatangan tenaga kerja dari Cina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *