MAJU Dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta

Bersama mereka, hadir Wakil Sekretaris Jenderal Eriko Sotarduga dan Bendahara Umum Olly Dondokambey. Seorang petinggi PDI Perjuangan mengatakan, dalam pertemuan itu, Megawati menyarankan Ahok maju menjadi calon gubernur bersama PDI Perjuangan. Menurut Megawati, PDI Perjuangan dan Ahok perlu bersatu untuk melayani warga Jakarta dan menjaga semangat nasionalisme. Dalam pertemuan itu, sang Ketua Umum memberi tenggat dua pekan kepada Ahok untuk memutuskan, tetap pada jalur independen atau memakai kendaraan PDI Perjuangan.

Website : kota-bunga.net

Menanggapi permintaan itu, Ahok meminta waktu untuk berpikir. ”Saya lihat dulu, Bu,” katanya kepada Megawati, seperti ditirukan politikus itu. Ahok membenarkan adanya pertemuan tersebut. Menurut dia, Megawati memintanya kembali menggandeng politikus PDI Perjuangan yang sekarang menjadi wakilnya, Djarot Saiful Hidayat. Selain itu, Megawati memuji kinerja Ahok bersama Djarot. ”Bu Mega bilang kami berdua sudah baik,” ujar Ahok. Seusai pertemuan pada Sabtu malam dua pekan lalu itu, Djarot bergerak ke pengurus cabang partai. Dia memberi sinyal bahwa Ahok-Djarot akan kembali maju dalam pemilihan gubernur 2017. ”Doakan, insya Allah Ahok-Djarot,” kata Djarot, seperti ditirukan seorang pengurus partai itu. Spanduk dukungan buat Ahok-Djarot juga terpampang di sejumlah tempat di Jakarta.

Djarot membantah ada di balik beredarnya spanduk itu. ”Spanduk itu bukan resmi dari partai. Kami tidak bisa memantau siapa yang memasang,” ujarnya. Dalam urusan mendorong Ahok kembali ke PDI Perjuangan, Jokowi juga turut berperan. Desakan Presiden terlihat saat pulang dari lawatan ke Eropa pada 23 April lalu. Ketika pesawat Jokowi mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Ahok menyambut kedatangannya. Di Halim, kata seorang saksi mata, Jokowi melontarkan kalimat guyonan kepada Ahok: ”Sudah, biar gampang, masuk PDI Perjuangan saja.” Ahok menimpali sambil mengatakan, ”Ini yang bicara Presiden atau petugas partai?”

Jokowi merespons dengan senyum. Juru bicara Presiden, Johan Budi, mengaku tidak mendapat informasi tentang pertemuan tersebut. Sebelum Ahok mendeklarasikan diri sebagai calon gubernur melalui jalur perseorangan pada 7 Maret lalu, sebenarnya dia dan Megawati intens bertemu. Materi pertemuan membuka peluang dukungan agar Ahok tetap berpasangan dengan Djarot. Misalnya, Ahok datang pada perayaan ulang tahun Megawati di Gadog, Puncak, Bogor, pada 23 Januari lalu.

MENCARI CARA MENDAMAIKAN TEMAN AHOK

Beberapa jam setelah pengumuman itu, Megawati langsung mengumpulkan petinggi partai. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, yang ikut pertemuan itu, mengatakan langkah politik Ahok dibahas karena berkaitan dengan deparpolisasi, penghilangan peran partai dalam demokrasi. ”Deparpolisasi harus disikapi,” ujar Edi. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto juga bereaksi keras. ”Kami tidak kekurangan kader yang baik hanya karena Pak Ahok memilih jalur independen,” katanya. Perang pernyataan itu seperti terlupakan pada haul mendiang Taufiq Kiemas tersebut. Haul menjadi semacam perantara bagi kembali membaiknya hubungan Ahok dengan partai berlambang banteng tersebut.

Hubungan harmonis itu pernah terbangun ketika Ahok berpasangan dengan Jokowi dalam pemilihan gubernur Jakarta 2012. Pada malam haul Taufiq Kiemas tersebut, suasana hangat terlihat ketika Jokowi, Ahok, dan Megawati guyon seusai makan malam. Ahok bercerita bahwa Jokowi dan Iriana, istrinya, duduk bersebelahan dengan Megawati. Ketika itu, Ahok, yang berada agak jauh dari meja tempat mereka makan, dipanggil Jokowi agar mendekat. Ahok bergegas mendekat dan sedikit membungkukkan badan kepada Megawati dan Iriana. ”Saya menundukkan badan,” ujarnya. Ketika Ahok mendekat, Jokowi spontan melontarkan pernyataan bernada canda. ”Ibu Megawati, Pak Gubernur ini teman saya,” kata seorang tamu yang hadir di acara itu menirukan Jokowi. Ahok pun menimpali Jokowi: ”Ibu (Megawati) juga suka bilang (saya) sohibmu.” Hasto Kristiyanto membenarkan kabar bahwa Jokowi, Ahok, dan Megawati berbincang pada malam itu.

Namun ketiganya tidak membahas pemilihan gubernur. ”Ketua Umum, Presiden, dan Pak Ahok hanya makan malam bersama,” ujar Hasto. Juru bicara Presiden, Johan Budi S.P., mengatakan tidak ada pembicaraan politik antara Jokowi dan Megawati pada malam itu. ”Pak Jokowi tidak menitipkan Ahok ke Ibu Megawati,” katanya. l l l SINYAL kembalinya Ahok ke pangkuan PDI Perjuangan sebenarnya telah menguat ketika dia bertandang ke rumah Megawati di Jalan Teuku Umar pada Sabtu malam dua pekan lalu. Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat ikut menemani Ahok dalam santap malam tersebut.