Cara Menghitung Masa Subur Setelah Haid Mudah Dengan Kalender

Cara Menghitung Masa Subur

Cara Menghitung Masa Subur Setelah Haid – Bagi kaum wanita, memiliki momongan adalah suatu anugrah yang akan dinikmati secara khusus.

Tentu saja bagi Anda yang sudah menikah dan mengidam-idamkan momongan perlu pengetahuan khusus tentang ovulasi, masa subur dan bagaimana menghitung masa subur yang datang setiap bulannya.

Apakah Masa Subur Itu?

Semua wanita wajib memiliki pengetahuan ini jika ingin segera memiliki anak. Masa subur merupakan waktu dimana Anda akan memiliki potensi terbesar untuk bisa hamil. Masa subur terjadi ketika sel telur di dalam ovarium telah matang.

Sel telur tersebut akan dilepaskan ke tuba falopi, inilah yang disebut sebagai ovulasi. Pada saluran tuba falopi sel telur yang telah matang akan dibuahi oleh sperma ketika berhubungan seksual. Jika pembuahan berhasil maka akan terjadi kehamilan.

Baca Juga: Cara Mengusir Tokek

Penting untuk mengetahui waktu dimana Anda mengalami haid setiap bulannya. Apakah haid Anda rutin atau tidak akan menentukan kapan ovulasi terjadi. Mengapa penting mengetahui haid dan juga ovulasi untuk bisa hamil.

Hal tersebut penting karena ovulasi hanya terjadi dalam waktu 48 jam saja. Seorang wanita mampu memproduksi 15 hingga 20 sel telur dalam satu siklus jadi waktu ovulasi berbeda dan bisa terjadi dalam jangka waktu enam hari atau lebih.

Nah sudah tahu bukan betapa pentingnya mengetahui siklus haid sehingga mengetahui kapan Anda sedang ovulasi? Jika tidak maka Anda bisa saja melewatkan waktu di mana ovulasi sedang berlangsung dan kehamilan tidak akan terjadi.

Cara Menghitung Masa Subur Setelah Haid Mudah Dengan Kalender

Inilah yang seringkali membuat banyak wanita kesulitan hamil selain faktor gangguan hormon bagi kedua pasangan. Lalu bagaimana cara menghitung masa subur setelah haid? Tenang saja penghitungan ini bisa kok dilakukan secara manual yaitu melalui kalender.

Pertama adalah menghitung bagaimana siklus haid yang terjadi selama delapan bulan terakhir. Mengetahui siklus masa haid akan menentukan waktu ovulasi yang akurat. Katagiri masa haid bisa dibagi menjadi dua yaitu siklus terpanjang dan siklus terpendek. Siklus pendek ini adalah 28 hari mulai dari akhir haid pertama dan mulai haid kedua.

Siklus terpanjang adalah 35 hari dari akhir haid pertama dan awal haid kedua. kedua waktu tersebut adalah waktu yang normal dan harus Anda cermati dalam delapan bulan terakhir. Jika waktu tersebut tidak teratur maka akan lebih sulit untuk menentukan waktu ovulasi.

Rumus Menentukan Masa Ovulasi

Selanjutnya adalah menentukan waktu ovulasi dari masa haid terpendek atau terpanjang menggunakan rumus. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

Siklus haid terpendek – 18 hari = awal masa subur

Siklus haid terpanjang – 11 hari = akhir masa subur

Melalui rumus tersebut Anda bisa menerapkan berdasarkan hitungan yang telah diamati selama delapan bulan terakhir. Anda bisa memperkirakan masa subur atau ovulasi pada haid berikutnya.

Cara perhitungannya adalah sebagai berikut:

Awal masa subur : 28 – 18 hari = 10 hari setelah haid terakhir

Akhir masa subur : 35 – 11 hari = 24 hari setelah haid terakhir

Artinya adalah setelah 10 hari dari haid terakhir adalah awal masa subur dan akan berakhir dalam rentang waktu 24 hari setelah masa haid selesai. Pada masa itulah kesempatan untuk bisa hamil lebih tinggi dibandingkan waktu lainnya.

Ketika masa subur tiba ada perubahan yang akan dirasakan. Perubahan ini bisa menjadi salah satu ciri yang perlu dicermati. Misalnya seperti meningkatnya suhu tubuh pada saat pagi hari.

Anda juga akan merasa lebih bersemangat dibandingkan hari biasanya. Inilah sinyal utama dari tubuh yang perlu Anda cermati dan semoga saja artikel ini dapat menambah pengetahuan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *