Time Out Efektif Buat Si Prasekolah

Time out bukanlah sebuah hukuman, tetapi sebuah kesempatan bagi si prasekolah untuk mengelola rasa Irustrasinya dan memRdiO kasi perilakunya. “Aku enggak suka mainan ini!” teriak Hana, 4 tahun, sambil melempar boneka mengarah pada ayahnya. Hari itu Hana pergi bersama ayah dan ibunya ke rumah eyang, tetapi ia tidak membawa mainan kesayangannya.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Hana kesal karena ia tak bersama boneka beruang kesayangannya, dan bertambah marah saat ayahnya memberikan boneka beruang lain, yang sangat berbeda de ngan bonekanya. Riko, ayah Hana, merasa sudah cukup usahanya membujuk putri kecilnya agar main mainan yang ada saja. Ia pun berkata tegas pada Hana, “Time out, Hana. Tidak boleh melempar barang, apalagi melempar ke Ayah.”

Hana pun beranjak pergi ke teras belakang lebih dulu, sambil mengusap air mata. Tak lama kemudian, Riko menghampiri Hana yang duduk di sudut teras, lalu menepuk punggung dan memeluk Hana. “Jadi, kita main boneka beruang kecil aja ya?” tanya Riko. Kali ini Hana mengangguk dan bersama ayahnya masuk ke dalam rumah dan mengambil boneka yang tadi ia lempar. Suasana hatinya sudah berubah, ia tak lagi kesal seperti tadi, dan ia siap bermain lagi.

Apa Itu Time Out?

Seiring semakin pahamnya si prasekolah pada ragam aturan yang kita terapkan di rumah, ada kalanya anak berperilaku tak sesuai harapan dan kadang menguji kesabaran kita. Mood si prasekolah juga mudah sekali berubah, dari riang gembira menjadi kesal, marah, sedih, atau merengek. Jika anak sudah frustrasi, cara tepat agar bisa kembali mengendalikan dirinya adalah dengan meminta ia menarik diri dari keadaan yang tidak menyenangkan itu, atau disebut metode time out.

Hal ini bisa sangat efektif jika kita tahu bagaimana dan kapan menerapkannya. Time out bukanlah sebuah hukuman, tetapi sebuah kesempatan bagi si prasekolah untuk mengelola rasa frustrasinya dan memodifi kasi perila ku nya. Pemberian jeda waktu seperti ini bisa dilakukan saat anak berperilaku tidak menyenangkan, yang merugikan dirinya dan juga orang lain.

Sumber : https://eduvita.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *