Tuduhan Maut Kenalan Baru Bag2

Zulfqar terjerat kasus narkotik setelah kenalan dia, Gurdip Singh alias Vishal, ditangkap membawa 300 gram heroin di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Agustus 2004. Kepada polisi, warga negara India ini semula menyebutkan barang itu milik Zulfqar. Pengadilan Negeri Tangerang, Pengadilan Tinggi Banten, sampai Mahkamah Agung memvonis Gurdip dan Zulfqar dengan hukuman mati. Kendati belakangan Gurdip mencabut tuduhan atas Zulfqar, putusan hakim tak berubah.

Zulfqar kini diterungku di Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih, Nusakambangan. Dari balik jeruji, ia menjawab berbagai pertanyaan Tempo melalui pengacaranya, Saut Edward. Zulfqar lahir di Lahore, Pakistan, pada 1 Januari 1964. Ia mulai bekerja sebagai manajer pemasaran sebuah perusahaan ekspor-impor di Indonesia pada 2001.

Keajaiban Bermain Origami Bag3

Untuk itu, kita bisa cari referensi di internet atau mengandalkan ingatan tentang bentuk origami yang mudah seperti apa. Sedikit banyak tentu kita masih ingat bentuk rumah, kincir, ikan, pesawat terbang, kapal, atau katak, seperti yang pernah diajarkan guru kita. Mengapa tak kita ajak anak membuatnya juga?

Baca juga : toefl ibt jakarta

“Dalam mengajari anak origami, yang utama diperlukan adalah niat! Toh untuk anak prasekolah, mengajarkan bentuk origami yang sederhana sudah cukup,” jelas Maria. Yang terpenting adalah interaksi yang terbangun antara kita dan anak saat bermain origami. “Quality time ketika mengerjakan origami itu yang harus kita ambil, bukan soal bentuk origami yang canggih tapi rumit,” ujar Maria. Hal lain yang bisa kita dapatkan dari mengajari anak origami adalah kebebasan anak untuk berkreasi atau menciptakan sesuatu dari selembar kertas tersebut.

Origami memberikan anak ragam pilihan, mulai kertas apa yang akan dipakai, warna apa, bentuk apa yang ingin dibuat. Begitu origami selesai, anak juga bisa memilih akan melakukan apa. Bisa dibuat banyak dan dihitung, dipajang di kamar, atau diberikan pada orang yang disayang. Bagi anak, melihat selembar kertas menjadi suatu bentuk dua atau tiga dimensi hanya dengan menggunakan kedua tangannya adalah momen yang tampak ajaib! Yuk, kita berkreasi dengan origami!

URUTAN LAHIR PENGARUHI SIFAT ANAK? Si batita terlihat lebih manja daripada kakaknya, karena dia adalah anak paling kecil. Begitu, kan, anggapan stereotip? Padahal, menurut studi yang dimuat di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, belum tentu. “Tidak ada kaitan yang kuat antara urutan lahir dengan karakter anak. Yang jelas terlihat dari studi ini hanyalah tingkat kecerdasan anak,” kata Julia Rohrer, salah satu peneliti dari University of Leipzig, Jerman.

Anak pertama cenderung memiliki skor IQ tertinggi dibandingkan adik-adiknya. Tingkat kecerdasan ini akan turun sedikit demi sedikit sesuai dengan urutan lahir anak. Menurut Rohrer, tingginya IQ si sulung bisa dikarenakan orangtua cenderung melimpahinya dengan banyak perhatian tanpa harus dibagi dengan anak lain. Selain itu, orangtua dengan satu anak juga lebih menekankan pentingnya pendidikan.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Merayakan Jazz Hingga Lereng Gunung Bag2

Kolaborasi kedua kelompok musik itu menghangatkan perhelatan Ijen Summer Jazz 2016 di amfteater Jiwa Jawa Resort Ijen, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Jawa Timur, yang berhawa dingin, pada 10 September lalu. ”Nggiring Angin merupakan tembang kuno asli suku Osing di Banyuwangi yang tak diketahui penciptanya. Kami dan Kua Etnika spontan membikin musiknya,” kata Haidi Bing Slamet, pemimpin kelompok Pathok Laraswangi.

Ijen Summer Jazz merupakan satu di antara puluhan perhelatan musik jazz yang belakangan marak digelar di pelbagai daerah di Indonesia. Pergelaran ini terbagi dalam tiga sesi, yakni pada 30 Juli, 10 September, dan 22 Oktober 2016. Untuk sesi kedua ini, Ijen Summer Jazz menghadirkan dua bintang utama: kelompok Kua Etnika dan biduanita jazz kawakan Indonesia, Ermy Kullit.

“Berteman” Dengan Tangga Bag2

Itu sebab, bagi rumah yang memiliki tangga sekaligus balita, sering disarankan untuk membuat pintu di ujung bawah dan atas tangga (tergantung tempat batita beraktivitas) agar ia tak nyelonong naik atau turun tangga tanpa pengawasan.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Kita dapat mulai mengajari batita dengan menaiki undakan kecil yang ada di sekitarnya. Undakan antara taman dengan teras rumah, umpama, atau antara jalanan dengan trotoar. Satu-dua undakan saja sudah cukup sebagai awal. Nantinya, sejalan dengan pertambahan usia dan kemampuan batita, ia dapat diajak mendaki anak tangga yang jumlahnya semakin banyak.

Alfa menegaskan, orangtua harus tetap mendampingi anak saat naik turun tangga, terutama pada batita usia 13 bulan hingga 2 tahun. “Mulailah dengan memegang kedua tangan, lalu satu tangan, dan setelah kemampuan gerak batita untuk naik turun tangga tampak lebih ajeg, Mama Papa bisa mulai mempercayakannya untuk berani sendiri. Khususnya setelah anak berusia sekitar 3 tahun,” paparnya.

DIMULAI SATU KAKI DOMINAN Jangan lupa, orangtua serta orangorang terdekat anak adalah contoh yang paling mudah ditiru. Ajaklah batita, “Ayo, Nak, sekarang kita naik ke lantai atas.” Contohkan cara mengangkat kaki dan menarik badan ke atas. Dalam hal ini, kita mungkin perlu membantu menarik badan anak ke atas terlebih dahulu. Berhentilah di setiap anak tangga, karena batita belum dapat langsung melangkah ke anak tangga berikutnya. Sering kali ia justru kembali menggunakan kaki yang sama menuju anak tangga berikutnya. Contoh, si kecil mengangkat kaki kanan untuk naik ke anak tangga pertama.

Setelah berhasil menaikkan kaki kirinya ke anak tangga tersebut, ia kembali mengangkat kaki kanan untuk naik ke anak tangga kedua. Demikian seterusnya. Pada tahap awal, hal ini wajar karena batita masih belajar mengatur pergerakan kakinya. Dengan koordinasi mata serta kaki kanan dan kiri yang semakin baik, ditambah lagi dengan fisiknya yang semakin berkembang dan melihat cara orang dewasa di sekitarnya naik tangga, ia akan semakin mudah melangkahkan kakinya secara bergantian saat menaiki tangga. Untuk mendapatkan manfaat lain, Mama Papa dapat mengajak batita menghitung jumlah anak tangga yang diinjaknya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/