Keajaiban Bermain Origami Bag3

Untuk itu, kita bisa cari referensi di internet atau mengandalkan ingatan tentang bentuk origami yang mudah seperti apa. Sedikit banyak tentu kita masih ingat bentuk rumah, kincir, ikan, pesawat terbang, kapal, atau katak, seperti yang pernah diajarkan guru kita. Mengapa tak kita ajak anak membuatnya juga?

Baca juga : toefl ibt jakarta

“Dalam mengajari anak origami, yang utama diperlukan adalah niat! Toh untuk anak prasekolah, mengajarkan bentuk origami yang sederhana sudah cukup,” jelas Maria. Yang terpenting adalah interaksi yang terbangun antara kita dan anak saat bermain origami. “Quality time ketika mengerjakan origami itu yang harus kita ambil, bukan soal bentuk origami yang canggih tapi rumit,” ujar Maria. Hal lain yang bisa kita dapatkan dari mengajari anak origami adalah kebebasan anak untuk berkreasi atau menciptakan sesuatu dari selembar kertas tersebut.

Origami memberikan anak ragam pilihan, mulai kertas apa yang akan dipakai, warna apa, bentuk apa yang ingin dibuat. Begitu origami selesai, anak juga bisa memilih akan melakukan apa. Bisa dibuat banyak dan dihitung, dipajang di kamar, atau diberikan pada orang yang disayang. Bagi anak, melihat selembar kertas menjadi suatu bentuk dua atau tiga dimensi hanya dengan menggunakan kedua tangannya adalah momen yang tampak ajaib! Yuk, kita berkreasi dengan origami!

URUTAN LAHIR PENGARUHI SIFAT ANAK? Si batita terlihat lebih manja daripada kakaknya, karena dia adalah anak paling kecil. Begitu, kan, anggapan stereotip? Padahal, menurut studi yang dimuat di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, belum tentu. “Tidak ada kaitan yang kuat antara urutan lahir dengan karakter anak. Yang jelas terlihat dari studi ini hanyalah tingkat kecerdasan anak,” kata Julia Rohrer, salah satu peneliti dari University of Leipzig, Jerman.

Anak pertama cenderung memiliki skor IQ tertinggi dibandingkan adik-adiknya. Tingkat kecerdasan ini akan turun sedikit demi sedikit sesuai dengan urutan lahir anak. Menurut Rohrer, tingginya IQ si sulung bisa dikarenakan orangtua cenderung melimpahinya dengan banyak perhatian tanpa harus dibagi dengan anak lain. Selain itu, orangtua dengan satu anak juga lebih menekankan pentingnya pendidikan.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *