Melesat Berkat Paduan Timur-Barat dari Jasa SEO Semarang

Melesat Berkat Paduan Timur-Barat dari Jasa SEO Semarang. Dalam dasawarsa terakhir ini, bisnis kopi di Tanah Air, tampaknya sedang marak. Setiap sudut kota, pasti ada café. Tak ketinggalan, pusat perbelanjaan pun dipastikan memiliki outlet tempat menyeruput secangkir kopi. Salah satunya Cuppa Coffee Inc.

Berdiri 2009, perusahaan di bawah PT Batara Prima Selera ini langsung menggebrak pangsa pasar dalam negeri dengan 28 outlet-nya yang menyebar di Jabodetabek, Cirebon, Palembang, dan Ambon. Menurut Muhammad Romadian, manager marketing dari CCI, rata-rata setiap outlet dikunjungi tak kurang dari 100 pengunjung. Bahkan menurut Rian, begitu ia biasa disapa, angka ini bakal melesat hingga 3 kali lipat pada saat akhir pekan.

Satu Menu 300 Porsi

Apa daya tariknya? Salah satunya ada pada menu yang ditawarkan. Di tempat ini, suguhan menunya terbilang unik. “Kita memang mengusung konsep perpaduan antara menu western dan lokal,” kata Rian. Untuk memastikan rasa yang klop antara menu makan dari “Barat” dan “Timur”, bukan perkara mudah. Hal ini diakui pula oleh Rian. Namun melalui riset aneka resep, akhirnya diperoleh berbagai menu unik. Seperti spaghetti iga penyet, spicy drummies crunchies, dan spaghetti iga black pepper. “Ketiga menu tersebut dapat terjual hampir 300 porsi setiap bulannya,”ujar Rian.

Ada juga appetizer yang kerap dicari konsumen. Seperti sloppy cheese fries, dan spicy chicken wing. Sementara dari golongan pasta dan mashed, ada spaghetti, lasagna, dan macaroni and beef. Bagi penggemar menu bercita rasa manis, bisa mendapatkan berbagai varian pancakes. Menurut pengakuan Rian, menu-menu ini tak bakal ditemukan di coffee shop lain. Untuk minuman, Cuppa Coffee menyediakan varian minuman tradisional. Seperti teh tarik, kopi Medan, kopi Aceh, hingga jenis minuman frosticcinos.

“Kami menggunakan bahan fresh dengan sedikit kreativitas dari para barista menjadikan rasa yang mantap,”kata Rian. Tentu, pengembangan produk terus dilakukan. Sehingga konsumen tak bakal merasa jenuh dengan menu yang itu-itu saja. Rian mengaku, selama ini menu baru yang ditawarkan selalu mendapatkan respon positif dari konsumen. Sekadar catatan, produk baru yang ditawarkan pun terkadang datang dari informasi atau masukan dari customer. Baik yang datang ke outlet ataupun dituliskan melalui media sosial seperti facebook dan twitter.

China Membangun Proyek Infrastruktur US$ 549,39 Miliar

SHANGHAI. Perekonomian China kembali menggeliat. Pemerintahan negeri Tiongkok itu bakal membangun banyak proyek infrastruktur transportasi. Seperti dikutip Reuters kemarin, seorang pejabat senior di Badan Perencanaan Negara China mengungkapkan bakal membiayai 152 proyek infrastruktur. Tidak tanggungtanggung, pemerintah akan menggelontorkan dana sekitar CNY 3,75 triliun atau setara US$ 549,39 miliar. Duit ini sudah digelontorkan sejak tahun 2012. Proyek ini akan banyak berjalan di China bagian barat. Negeri Tembok Raksasa ini memang telah banyak berinvestasi pada infrastruktur transportasi.

Hal ini upaya meningkatkan pembangunan, mengurangi kemiskinan dan lebih baik mengintegrasikan daerah barat yang terpencil. Proyek transportasi ini juga akan mendukung perekonomian nasional. “Proyek-proyek besar selalu menjadi langkah yang kuat untuk mempromosikan pembangunan di barat,” kata Xiao Weiming, Kepala Kantor Pengembangan Barat Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional. Ia menjelaskan, ada 52 proyek besar yang akan rampung pada tahun 2023. Proyek-proyek itu termasuk 12 bandara baru dengan total biaya CNY 162,4 miliar. “Serta jalan dan rel kereta api, fasilitas pengalihan air dan pembangkit listrik tenaga air,” kata Xiao. Jika nanti semua proyek ini rampung, pada tahun 2023 mendatang, wilayah barat China akan memiliki tambahan 8.751 kilometer jalan raya, 3.219 kilometer rel kereta cepat dan 187 gigawatt (GW) kapasitas generator baru.

Wilayah barat China yang sangat luas termasuk daerah Tibet in memang sensitif secara politis. Termasuk wilayah Xinjiang dan Mongolia Dalam, ditambah daerah tenaga air dan pertanian seperti Sichuan dan Yunnan di barat daya. Jika dihitung, daerah wilayah barat menyumbang 20% dari total produk domestik bruto Xiao mengatakan pertumbuhan ekonomi di wilayah barat memang melambat pada semester pertama tahun ini,. Penyebabnya karena terjadi penurunan investasi aset tetap. Dia mengatakan, daerahdaerah akan berjuang untuk menemukan titik masuk baru ke dalam sektor manufaktur China yang sangat kompetitif. Dan juga juga menghadapi kendala yang meningkat pada lahan dan modal