Membuat Taman disaat Musim Hujan

Sesuaikan Media tanamnya

Tanah sebagai media tanam paling dominan di taman, harus diperhatikan karakternya. Setiap jenis tanah punya karakter dan sangat berpengaruh terhadap cepat tidaknya air mengalir. Jika di daerah Anda, intensitas hujannya tinggi, hindari tanah merah yang kandungan tanah liatnya tinggi. Jenis tanah ini tak menyerap air karena porositasnya sangat rendah. Akibatnya, air akan tergenang, rumput serta akar pun pasti mati karena busuk. Jika tanah di daerah Anda berjenis ini, solusinya adalah mencampur tanah dengan sedikit pasir dan kompos. Kompos sangat bagus untuk memberi unsur hara di dalam tanah dan menyuburkan tanaman. Anda tidak perlu menggali terlalu dalam, cukup digali dengan kedalaman 50cm.

Waktu Renovasi

Waktu yang tepat merenovasi atau membuat taman adalah 3/4 musim hujan. Jangan pada saat intensitas hujan sedang tinggi-tingginya. Tunggu sampai intensitasnya turun. Jadi, sejak mulai musim hujan sampai kondisi intensitasnya tinggi, Anda dapat pergunakan periode ini untuk meneliti kekurangan taman Anda untuk direnovasi. Saat yang tepat juga untuk menganalisa kondisi lahan yang akan digarap, jika taman Anda baru.

Membuat Taman dan Melengkapi Rumah dengan Genset

Membuat Taman dan Melengkapi Rumah dengan Genset. Fungsi genset adalah untuk sumber listrik alternatif ketika sedang terjadi pemadaman listrik. harga genset murah bisa didapatkan dari Distributor Jual Genset Jakarta yang bergaransi dan memberikan diskon harga.

Antisipasi Jatuhnya Air

Banyak orang yang tidak menggunakan pipa saluran air untuk mengalirkan air yang jatuh dari atap. Akibatnya, air hujan langsung jatuh ke bawah. Alirannya akan lebih deras dibanding dengan air hujan yang jatuh dari langit langsung tanpa melalui atap genting. Jika air ini menyentuh taman, jelas akan membuat taman rusak. Batang tanaman akan patah, air pun seolah mengangkat lapisan tanah dan membentuk sebuah garis mengikuti arah genting rumah. Untuk itu, jika area taman terlewati oleh aliran air dari genting ini, Anda sebaiknya tidak menempatkan tanaman atau rumput di sekitar area ini. Tapi, coba buatlah semacam cekungan dengan lebar 30-50cm dan kedalaman 7-10cm. Lalu, taburkan koral dengan diameter 3-5cm di bagian atasnya. Selain mempercantik taman, area ini jadi sarana pembuangan air hujan.

Jangan Salah Memilih Tanaman

Pilih tanaman yang cukup kuat dalam kondisi hujan maupun kemarau. Tahan air, tidak mudah patah, dan akarnya tidak mudah busuk, tetapi juga tidak mati di saat kemarau ketika ketersediaan air sedikit. Untuk rumput disarankan memilih rumput gajah. Untuk pohon berkayu, pilih ketapang mini, bintaro, atau jenis cemara (cemara kipas, cemara nor?ok). Sedangkan untuk tanaman jenis semak atau perdu, pilih tanaman seperti soka, Dracaena tricolor, phillodendron, fuchsia, batavia, dan mawar. Pilihlah tanaman yang sudah jadi dan berakar banyak. Jangan buang media tanaman yang melekat di akar agar akarnya tak rusak. Tanam bersamaan dengan media tanam baru yang sudah disiapkan. Cara ini juga membuat tanaman tak kaget karena pindah media tanam.

Lancarkan Drainase

Taman becek adalah hal yang sering terjadi saat hujan turun. Jika beceknya ketika hujan turun saja, tidak masalah. Tetapi, jika air masih menggenang hingga lebih dari 30 menit, itu baru masalah. Air hujan yang menggenang ini dipastikan akan membuat busuk akar tanaman dan membuatnya mati. Ini terjadi karena drainase yang buruk. Agar drainase lancar, hal yang perlu diperhatikan adalah kemiringan kontur taman. Kemiringan idealnya 20-50untuk intensitas hujan sedang dan 20 untuk intensitas hujan tinggi. Selain kontur, jangan lupa tambahkan pipa-pipa saluran yang dapat membantu air cepat mengalir dan tak menggenang. Lubangi pipanya dan lindungi dengan ijuk. Jika memang beceknya parah, tambahkan juga lubang biopori di beberapa titik taman.