Kabel Speaker Laptop ke Sistem Audio

Para pengajar, motivator, presenter tentu sebal jika laptop yang digunakan untuk menampilkan tampilan multime- dia ternyata kurang bagus suaranya. Saat dicoba di rumah, suaranya mengelegar, tetapi Solusinya, gunakan speaker multimedia. Hanya saja keku- loyo saat di lokasi acara. atannya masih kurang sebanding dengan ruangan yang ada.

Selain itu harganya pun mahal, ditambah kita harus menyediakan sendiri. Umumnya para presenter atau pengajar sudah disediakan sistem audio, tetapi sering kali tidak disediakan kabel untuk laptop. Jalan keluar yang instan adalah mendekatkan mic ke laptop. Hasilnya sudah bisa dipastikan, suara “ngiiiiing”, atau suara menjadi sember akan setia menemani selama sesi presentasi tersebut. Pastinya kita tidak ingin hal ini terjadi, bukan?

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi hal tersebut? Sebenarnya kita bisa membeli ke toko audio, male 3.5 to male 6.5. Hanya saja kualitas kabel sering kali rendah, terlalu mahal, terlalu panjang, atau terlalu pendek. Sebaga iilustrasi di Lazada.com tidak tersedia kabel male 3.5 to male 6.5. Yang ada hanya kabel male 3.5 to male 3.5 sepanjang 2 m dengan harga Rp. 59.000 ditambah sebuah adaptor male 3.5 to male 6.5 sehargaRp. 42.500. Totalnya Rp. 101.500.

Sebutan Kuda Troya Memang Klop Bagian 2

Elop sendiri mendengar tuduhan tentang Kuda Troya ini. “Soal Kuda Troya itu, saya hanya bekerja atas nama dan untuk kepentingan pemegang saham Nokia saat sedang berada di Nokia,” kilahnya dalam sesi tanya jawab di blog Nokia.

“Selain itu, semua keputusan strategi dan bisnis yang fundamental dibuat dengan dukungan dan persetujuan dewan direktur Nokia, di mana saya merupakan salah satu anggotanya.” Dalam buku The Decline and Fall of Nokia, penulisnya David J. Cord dengan tegas menolak tuduhan Kuda Troya tersebut. Menurutnya, semua yang diputuskan Elop adalah logis pada saat dibuat. Dalam bukunya dia juga menulis kutipan pernyataan-pernyataan eksekutif Nokia lain yang juga berperan sebagai pengambil keputusan.

Elop bisa saja mengelak, namun teori konspirasi makin menunjukkan pemenuhannya dengan penunjukan Stephen Elop menjadi Vice President dari unit bisnis Microsoft Devices & Services. Belum lagi ternyata dia juga menerima pesangon yang sangat besar sebagai sulih pencopotannya sebagai CEO Nokia.

Sebutan Kuda Troya Memang Klop

Teknorus.com – Tak ada lagi perusahaan bernama Nokia. Kini ber- ganti menjadi Microsoft Mobile Oy karena telah resmi diakuisisi oleh raksasa perusahaan perangkat lunak tersebut. Merek Nokia sendiri masih akan dilanjutkan untuk ponsel-ponsel Asha, Lumia dan seri X, namun banyak yang pesimis apakah akan dikembangkan dengan serius atau hanya untuk “menghabiskan stok” saja. Di balik kisah tragis Nokia sebagai bisnis tersebut, tak dapat dilepaskan dari sosok Stephen Elop.

Baca juga : WA WEB

Berbagai julukan negatif ditujukan kepadanya dalam kapasitas sebagai orang yang tak becus memimpin, pengkhianat, kuda troya, matamata, bahkan maling. Ini tak lepas dari sejarah pengambil-alihan Nokia di tahun 2010. Mereka yang melontarkan cercaan dan julukan buruk memang tak dapat disalahkan. Aneh juga memang proses akuisisi tersebut. Coba saja simak. Tahun 2012, Stephen Elop ditunjuk menjadi CEO Nokia. Elop sebelumnya merupakan kepala salah satu unit bisnis di Microsoft. Tahun-tahun tersebut merupakan tahun yang berat bagi Nokia karena sedang dihantam sana-sini oleh smartphone ber-OS Android.

Mudah ditebak cerita berikutnya. Alih-alih ikut arus dengan membuat smartphone Android, Nokia di bawah Elop justru menjalin merangkul mesra Microsoft. Hanya enam bulan setelah menjadi CEO, Nokia mengadopsi sistem operasi Windows Phone pada lini smartphone-nya dan tidak lagi memakai Symbian. Model perdananya adalah Nokia Lumia 800, produk Windows Phone di kelas high-end. Ternyata langkah itu tak cukup sukses mendongkrak bisnis. Penghasilan dan keuntungan tahunan dan harga saham anjlok dramatis dalam era Elop.

Teori konspirasi akan mengajukan praduga bahwa justru memang itulah yang dilakukan Elop untuk melangkah ke langkah selanjutnya. Ya, kondisi berdarah-darah itu membuat Nokia mau tak mau diasong ke investor baru. Ke siapa lagi kalau bukan ke Microsoft? Anggapan Elop merupakan “Kuda Troya”-nya Microsoft untuk menyusup dan melemahkan Nokia dari dalam susah dibantah kan? Terlalu kasat mata! Namun mengapa para pemegang sahamnya diam? Sebab hal itu merupakan satusatunya jalan paling menguntungkan bagi mereka, yang paling terancang bagus dibanding harus mencari cara lain menyelamatkan perusahaan yang salah-salah malah bikin harus menelan pil pahit.

Chipset PC Terbaru yang Lancar untuk Download Film di GudangMovie

Chipset PC Terbaru yang Lancar untuk Download Film di GudangMovie – Para penggemar PC akhirnya bisa bernafas lega. Setelah hingar bingar Broadwell selesai, kita bisa fokus untuk melihat performa dari komponen-komponen CPU Skylake dan chipset Z170 baru dari Intel. Tidak ada lagi komponen setengah jadi yang 65 Watt! Komponen PC Skylake baru dalam bentuk Core i7-6700K dan i5-6500K yang sudah diluncurkan dengan Thermal Design Power (TDP) 91 Watt diharapkan akan mengacu ke CPU yang dibuat untuk performa. Nah, CPU sudah tersedia, bagaimana dengan chipset Z170 yang menawarkan beberapa penambahan performa dari Z97 yang dirilis tahun lalu? Kami akan terangkan fitur-fitur utamanya dan efeknya DDR4 Muncul Di Mainstream Salah satu langkah besar dari Z170 Intel adalah dukungan ke memori DDR4, menandakan bahwa DDR4 akan tersedia pertama kalinya untuk chipset selain X99 yang hanya ditujukan ke ultra antusias. Malahan motherboard Skylake akan hanya mendukung RAM DDR4 dan DDR3L, tidak lagi DDR3. Juga berhubung slotnya berbeda untuk setiap tipe memori, motherboard hanya bisa mendukung salah satu, dan kebanyakan motherboard akan menuju ke DDR4 karena kelebihannya dibanding modul-modul DDR3 lawas.

Pertama, DDR4 menggunakan listrik yang lebih rendah di 1.2V, dibanding 1.5V di DDR3. Ia juga mengklaim kecepatan transfer yang lebih cepat – kontroler memori Skylake mendukung 2.133MHz dari DDR4 standarnya, sementara DDR3 hanya 1.600MHz di CPU Haswell dan Z97. Lagipula, DDR4 mempunya densitas memori yang lebih tinggi sehinga bisa dibuat menjadi modul 16GB. Z170 Intel mendukung sampai 64GB dengan empat DIMM, bila Anda perlu RAM sebanyak-banyaknya. Pabrikan juga menjual kit-kit dengan frekwensi tinggi yang mulai susah dijangkau oleh DDR3. Contohnya, memori G.Skill Trident Z bisa di-overclock sampai 4.000MHz, hamper dobel dari kemampuan dasar di 2.133MHz. Walau memiliki banyak keuntungan di atas, DDR4 sedikit lebih lambat dari DDR3 di CAS karena frekwensi memori yang lebih tinggi. Latensi CAS adalah pengukuran waktu atau clock cycle yang diperlukan oleh memori untuk mengirim data kembali ke prosesor ketika ia menerima suatu perintah. Sebaliknya, frekwensi memori menunjukkan seberapa cepat sistem bisa mengakses data di RAM. Jadi walaupun latensi CAS yang lebih tinggi berarti DDR4 lebih lambat, hasil komputasinya belum tentu berbanding lurus karena keduanya mempengaruhi performa memori secara bersama-sama. Performa memori lebih tepat ditentukan oleh latensi waktu sebenarnya yang diukur dengan nano detik. Kecepatan clock memori yang lebih cepat menghasilkan cycle clock yang lebih pendek antara waktu memori menerima perintah dan merespon perintah tersebut. Jadi biarpun latensi CAS naik – lebih banyak cycle – latensi waktu yang sebenarnya bisa berkurang, dengan hasil akhir memori yang lebih cepat.